Semua artikel

Perbedaan Jabatan Fungsional dan Struktural, Panduan Lengkap

· 6 menit baca

Farijihan Putri
Ditulis oleh
Farijihan Putri
Muliany Aprilianty, S.E.
Direview oleh Expert reviewer
Muliany Aprilianty, S.E.
Perbedaan Jabatan Fungsional dan Struktural, Panduan Lengkap

Perbedaan jabatan fungsional dan struktural perlu dipahami HR saat menyusun kebutuhan organisasi dan menentukan kompetensi kandidat untuk sebuah posisi. Tidak semua peran membutuhkan kemampuan memimpin tim, begitu juga tidak semua posisi dapat diisi hanya berdasarkan kemampuan teknis.

Perbedaan karakter pekerjaan tersebut membantu HR menentukan kualifikasi, proses seleksi, hingga pengembangan karier karyawan secara lebih tepat.

Dalam praktiknya, perusahaan membutuhkan kombinasi antara tenaga ahli dan pemimpin agar operasional berjalan seimbang. Jabatan fungsional berperan melalui keahlian spesifik, sedangkan jabatan struktural berfokus pada pengelolaan tim dan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Perbedaan HR dan HRD: Fungsi, Tugas, & Perannya di Perusahaan

Apa Itu Jabatan Fungsional?

Jabatan fungsional merupakan posisi yang menitikberatkan pada keahlian atau kompetensi tertentu dalam bidang pekerjaan. Seseorang pada posisi ini biasanya memiliki tanggung jawab utama menghasilkan pekerjaan berdasarkan kemampuan teknis yang dimiliki.

Bagi HR, posisi fungsional membutuhkan pendekatan rekrutmen berbasis kompetensi. Penilaian kandidat tidak hanya melihat pengalaman kerja, tetapi juga kemampuan teknis, sertifikasi, portofolio, dan penguasaan bidang tertentu.

Contoh posisi fungsional dapat ditemukan pada berbagai bidang, seperti data analyst, software engineer, auditor, dokter, hingga digital marketing specialist. Peran tersebut memberikan kontribusi melalui keahlian profesional tanpa harus memiliki tanggung jawab utama dalam mengelola anggota tim.

Pengembangan karier pada jabatan fungsional biasanya berkaitan dengan peningkatan skill dan penguasaan bidang pekerjaan. Oleh sebab itu, HR perlu memahami kebutuhan kompetensi setiap posisi agar kandidat yang dipilih benar-benar sesuai.

Apa Itu Jabatan Struktural?

Jabatan struktural merupakan posisi yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola organisasi, mengarahkan tim, dan mengambil keputusan strategis. Posisi ini biasanya membutuhkan kemampuan manajemen serta kepemimpinan lebih besar.

Dalam perspektif HR, jabatan struktural membutuhkan kandidat yang memahami pekerjaan teknis serta mampu mengelola orang. Kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah menjadi kompetensi penting untuk posisi tersebut.

Contoh posisi struktural dapat berupa supervisor, manager, head of department, hingga direktur. Peran tersebut bertanggung jawab memastikan strategi organisasi berjalan sesuai target.

Pemilihan kandidat untuk jabatan struktural membutuhkan evaluasi lebih mendalam. HR perlu melihat pengalaman memimpin, kemampuan mengelola tim, serta kesiapan kandidat menghadapi tantangan organisasi.

Perbedaan Jabatan Fungsional dan Struktural dalam Dunia Kerja


Memahami perbedaan jabatan fungsional dan struktural membantu HR menentukan kebutuhan posisi berdasarkan tujuan organisasi. Berikut perbandingan keduanya:

1. Fokus Pekerjaan

Jabatan fungsional berfokus pada penerapan keahlian tertentu sesuai bidang profesional. Pegawai menjalankan tugas berdasarkan kompetensi teknis yang dimiliki.

Sementara itu, jabatan struktural lebih berfokus pada pengelolaan organisasi. Pemegang jabatan bertanggung jawab mengarahkan tim, menyusun strategi, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai tujuan.

Perbedaan fokus tersebut membuat keduanya tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan tingkat jabatan. Masing-masing memiliki peran penting sesuai kebutuhan organisasi.

2. Sistem Pengembangan Karier

Karier jabatan fungsional biasanya berkembang melalui kompetensi, sertifikasi, hasil kerja, dan angka kredit. Semakin tinggi kemampuan profesional seseorang, semakin besar peluang peningkatan jenjang karier.

Berbeda dari itu, jabatan struktural berkembang melalui jenjang kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi. Pengalaman manajerial menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan karier.

Kedua jalur tersebut memberikan kesempatan berkembang bagi pegawai sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

3. Tanggung Jawab Utama

Pemegang jabatan fungsional bertanggung jawab menghasilkan pekerjaan berdasarkan keahlian tertentu. Misalnya, seorang auditor bertugas melakukan pemeriksaan, sedangkan seorang guru bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, pejabat struktural memiliki tanggung jawab mengelola orang dan sumber daya organisasi. Mereka memastikan target unit kerja dapat tercapai.

Pembagian tanggung jawab tersebut membuat organisasi membutuhkan kombinasi antara tenaga ahli dan pemimpin.

4. Cara Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja jabatan fungsional lebih banyak melihat hasil pekerjaan profesional dan pencapaian kompetensi. Kualitas hasil kerja menjadi faktor penting dalam perkembangan karier.

Pada jabatan struktural, penilaian juga mempertimbangkan kemampuan memimpin, mengelola tim, serta mencapai target organisasi.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan setiap jabatan disesuaikan berdasarkan fungsi masing-masing.

5. Contoh Posisi dalam Organisasi

Contoh jabatan fungsional dan struktural dapat ditemukan dalam berbagai instansi pemerintah.

Jabatan fungsional misalnya dokter, guru, dosen, analis kepegawaian, dan peneliti. Sementara jabatan struktural dapat berupa kepala bidang, kepala bagian, direktur, atau kepala instansi.

Pemahaman mengenai contoh tersebut membantu melihat bahwa kedua jabatan memiliki karakter pekerjaan berbeda.

6. Jalur Kontribusi terhadap Organisasi

Jabatan fungsional memberikan kontribusi melalui kemampuan teknis dan keahlian spesifik. Pegawai menjadi sumber pengetahuan dalam bidang tertentu.

Jabatan struktural memberikan kontribusi melalui kemampuan mengarahkan organisasi dan mengambil keputusan. Keduanya saling melengkapi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.

Baca Juga: Bedanya UMR dan UMK: Istilah, Besaran, dan Aturan

Mengapa HR Perlu Memahami Jenis Jabatan?

Pemahaman mengenai struktur jabatan membantu HR membuat kebutuhan tenaga kerja lebih akurat. Kesalahan menentukan tipe posisi dapat menyebabkan perusahaan mendapatkan kandidat dengan kompetensi kurang sesuai.

Misalnya, perusahaan membutuhkan seseorang untuk mengembangkan sistem teknologi. Posisi tersebut mungkin lebih membutuhkan tenaga fungsional seperti software engineer dibandingkan seorang manajer yang berfokus pada koordinasi.

Sebaliknya, ketika perusahaan membutuhkan seseorang untuk memimpin sebuah divisi, kemampuan teknis saja belum cukup. Kandidat perlu memiliki pengalaman mengelola tim dan membuat keputusan strategis.

Berdasarkan statistik ASN BKN 2025, jumlah ASN Indonesia mencapai sekitar 5,3 juta pegawai dalam berbagai kategori jabatan. Data tersebut menunjukkan organisasi besar membutuhkan kombinasi tenaga profesional melalui jabatan fungsional dan pemimpin melalui jabatan struktural.

Konsep tersebut juga relevan bagi perusahaan swasta. Organisasi membutuhkan keseimbangan antara specialist yang memiliki keahlian mendalam dan leader yang mampu mengarahkan strategi bisnis.

Bagaimana HR Menentukan Kandidat untuk Jabatan Fungsional dan Struktural?

Setiap posisi membutuhkan pendekatan seleksi berbeda. HR perlu memahami kompetensi utama yang harus dimiliki kandidat sebelum membuka lowongan pekerjaan.

Untuk posisi fungsional, HR dapat mempertimbangkan:

  • Penguasaan skill teknis.

  • Sertifikasi atau pendidikan relevan.

  • Portofolio pekerjaan.

  • Pengalaman di bidang tertentu.

Sementara itu, posisi struktural membutuhkan penilaian seperti:

  • Pengalaman memimpin tim.

  • Kemampuan komunikasi.

  • Kemampuan mengambil keputusan.

  • Pemahaman strategi bisnis.

Penggunaan metode seleksi karyawan membantu HR menilai kandidat berdasarkan kebutuhan posisi, bukan hanya melihat pengalaman kerja secara umum.

Contoh Jabatan Fungsional dan Struktural di Perusahaan

Memahami contoh jabatan fungsional dan struktural dapat membantu HR menentukan kebutuhan organisasi secara lebih jelas.

Contoh jabatan fungsional:

  • Data Analyst

  • Software Engineer

  • Content Specialist

  • Financial Analyst

  • Quality Assurance

Contoh jabatan struktural:

  • Team Leader

  • Supervisor

  • Manager

  • Head of Department

  • Director

Perusahaan dapat memiliki kombinasi kedua jenis posisi tersebut dalam satu struktur organisasi. Specialist membantu menghasilkan pekerjaan teknis, sedangkan pemimpin memastikan seluruh proses berjalan sesuai tujuan bisnis.

Peran Teknologi dalam Menentukan Kebutuhan Jabatan

Perkembangan teknologi membuat proses pengelolaan talenta semakin berbasis data. HR kini dapat menggunakan berbagai sistem untuk membantu menentukan kebutuhan posisi, menyusun kriteria kandidat, hingga mempercepat proses pencarian tenaga kerja.

Pemahaman mengenai jenis jabatan juga membantu HR membuat deskripsi pekerjaan lebih akurat. Posisi fungsional membutuhkan penjelasan skill teknis, sementara posisi struktural membutuhkan penekanan pada kemampuan memimpin.

Melalui strategi rekrutmen yang efektif, perusahaan dapat menyusun proses hiring sesuai karakter posisi dan menemukan kandidat yang lebih relevan.

Bangun Proses Hiring Lebih Efektif Bersama Rekom

Memahami kebutuhan jabatan menjadi langkah awal untuk mendapatkan kandidat yang tepat. Setelah mengetahui apakah perusahaan membutuhkan tenaga ahli atau pemimpin, HR juga perlu memiliki proses rekrutmen yang efisien.

Rekom adalah platform rekrutmen AI yang membantu tim HR melakukan hiring lebih cepat dan akurat melalui teknologi AI. Cukup tulis kebutuhan kandidat kamu, lalu AI Rekom membantu mencari kandidat paling sesuai.

Rekom dibuat khusus untuk tim yang mencari kandidat posisi Commercial & Sales serta Tech. Tulis kebutuhan kandidat seperti sedang berdiskusi, lalu Rekom membantu menemukan kandidat yang cocok berdasarkan kebutuhan perusahaan.

FAQ

1. Apakah jabatan fungsional lebih rendah dari jabatan struktural?

Tidak. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Jabatan fungsional berfokus pada keahlian, sedangkan jabatan struktural berfokus pada kepemimpinan.

2. Apakah satu orang bisa memiliki pengalaman fungsional dan struktural?

Bisa. Seseorang dapat mengembangkan kompetensi teknis sekaligus memiliki pengalaman memimpin dalam perjalanan kariernya.

3. Apa contoh jabatan fungsional dan struktural?

Jabatan fungsional contohnya analyst, engineer, dan specialist. Jabatan struktural contohnya supervisor, manager, dan director.

Referensi

  • Statistik ASN [Buka]

Farijihan Putri

Senior Content Writer at Rekom

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun mengolah berbagai insight HR menjadi konten yang informatif. Di Rekom, ia fokus menulis topik rekrutmen dan HR, mulai dari talent acquisition, screening kandidat, onboarding, hingga HR technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu praktisi HR mengikuti perkembangan industri dan mengambil keputusan pengelolaan SDM dengan lebih tepat.

Muliany Aprilianty, S.E.
Muliany Aprilianty, S.E. Expert reviewer

HR Manager at Dibimbing

Muliany Aprilianty, S.E. adalah Human Resources Manager di dibimbing.id dengan pengalaman 5+ tahun di bidang HR. Keahliannya mencakup rekrutmen, performance management, HR strategy, talent development, serta compensation and benefits. Di Rekom, Muliany meninjau konten HR agar akurat, relevan, dan sesuai dengan praktik pengelolaan SDM di perusahaan.

Coba cari kandidat dengan Rekom.

Tulis kebutuhan posisi seperti biasa, lalu lihat kandidat yang cocok beserta alasannya.