Semua artikel

Bedanya UMR dan UMK: Istilah, Besaran, dan Aturan

· 7 menit baca
Bedanya UMR dan UMK: Istilah, Besaran, dan Aturan

Bedanya UMR dan UMK masih sering menjadi pertanyaan bagi pekerja maupun perusahaan saat membahas standar gaji minimum. Kamu mungkin pernah menemukan lowongan kerja dari daerah berbeda, tetapi nominal gajinya tidak sama meskipun posisi pekerjaannya serupa.

Perbedaan tersebut bukan hanya soal istilah, melainkan berkaitan dengan wilayah penetapan, kondisi ekonomi daerah, hingga kebijakan pengupahan. Memahami konsep UMR dan UMK membantu kamu mengetahui standar upah secara lebih tepat.

Apa Itu UMR dan UMK?

UMR merupakan istilah lama untuk menyebut standar upah minimum regional, tetapi istilah tersebut sudah tidak digunakan secara resmi dalam aturan pengupahan saat ini. Dalam praktiknya, masyarakat masih memakai istilah UMR untuk menyebut upah minimum suatu wilayah.

Saat ini, istilah resmi dalam pengupahan adalah UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). UMP berlaku untuk seluruh wilayah dalam satu provinsi, sedangkan UMK berlaku lebih spesifik pada tingkat kabupaten atau kota.

UMK merupakan standar minimum upah bagi pekerja dalam suatu kabupaten atau kota berdasarkan pertimbangan kondisi ekonomi wilayah. Penetapan UMK mempertimbangkan berbagai faktor seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kemampuan dunia usaha.

Sementara itu, istilah UMR masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari ketika seseorang ingin mengetahui kisaran gaji minimum suatu daerah.

Jadi, saat membahas perbedaan UMR dan UMK, hal utama yang perlu dipahami adalah perubahan istilah resmi dalam sistem pengupahan.

Baca Juga: Cara Efektif Screening CV untuk HR & Peran AI dalam Seleksi


Kenapa Istilah UMR Masih Sering Digunakan?

Istilah UMR masih sering digunakan karena sudah dikenal masyarakat sejak lama, terutama sebelum adanya perubahan aturan pengupahan. Dahulu, seluruh standar upah minimum disebut sebagai UMR, sehingga istilah tersebut lebih familiar dibandingkan istilah resmi saat ini.

Pada tahun 2000, melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 226 Tahun 2000, istilah UMR diubah menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Sebelumnya, UMR terbagi menjadi UMR Tingkat I untuk provinsi dan UMR Tingkat II untuk kabupaten/kota.

Perubahan tersebut membuat penyebutan upah minimum menjadi lebih spesifik berdasarkan wilayah. Meski begitu, masyarakat masih sering menggunakan istilah UMR dalam percakapan sehari-hari karena sudah terbiasa sejak lama.

Bagi pekerja maupun perusahaan, memahami istilah resmi seperti UMP dan UMK tetap penting agar informasi pengupahan sesuai aturan yang berlaku.

8 Perbedaan UMR dan UMK

Sumber: Magnific


Memahami bedanya UMR dan UMK dapat membantu pekerja maupun perusahaan mengetahui bagaimana sistem upah minimum ditentukan. Berikut 8 perbedaan utama yang perlu kamu pahami.

1. Status Istilah yang Digunakan

UMR merupakan istilah lama dalam sistem pengupahan Indonesia. Saat ini, pemerintah lebih menggunakan istilah UMP dan UMK sebagai standar resmi.

Sementara itu, UMK masih menjadi istilah resmi yang digunakan untuk menetapkan batas minimum upah pada tingkat kabupaten atau kota. Jadi, ketika mencari informasi upah minimum, sebaiknya gunakan istilah resmi sesuai wilayah.

2. Cakupan Wilayah Penetapan

Salah satu bedanya UMR dan UMK terletak pada cakupan wilayah penerapannya. UMR sering dipahami sebagai standar upah regional secara umum, sedangkan UMK memiliki cakupan lebih spesifik.

UMK hanya berlaku untuk kabupaten atau kota tertentu. Hal tersebut membuat nominal UMK antara satu daerah dan daerah lain dapat berbeda meskipun masih berada dalam provinsi sama.

3. Dasar Penentuan Besaran Upah

Besaran UMK tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui pertimbangan kondisi ekonomi wilayah. Pemerintah daerah mempertimbangkan berbagai indikator sebelum menetapkan nilai upah minimum.

Faktor seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan kemampuan sektor usaha menjadi bagian dari pertimbangan penetapan upah. Hal tersebut membuat standar upah setiap daerah memiliki karakteristik berbeda.

4. Pihak yang Menetapkan

UMP maupun UMK ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui mekanisme sesuai aturan pengupahan. Penetapan tersebut melibatkan rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk dewan pengupahan.

Untuk UMK, pemerintah kabupaten atau kota dapat memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi wilayahnya sebelum ditetapkan oleh gubernur.

5. Perbedaan Nominal Antarwilayah

Ketika membahas bedanya UMR dan UMK, perbedaan nominal menjadi hal paling sering diperhatikan. UMK di daerah industri atau pusat bisnis biasanya memiliki nilai lebih tinggi dibanding wilayah dengan aktivitas ekonomi lebih rendah.

Perbedaan tersebut terjadi karena setiap daerah memiliki kebutuhan hidup dan tingkat perkembangan ekonomi berbeda. Jadi, UMK dan UMR besar mana tidak dapat dijawab secara umum tanpa melihat wilayah yang dibandingkan.

6. Pengaruh terhadap Perusahaan

Perbedaan standar upah memberikan dampak langsung bagi perusahaan, terutama organisasi yang memiliki cabang di berbagai daerah. Perusahaan perlu menyesuaikan struktur gaji berdasarkan lokasi operasional.

Pemahaman mengenai standar upah juga membantu HR menyusun perencanaan tenaga kerja lebih akurat. Pengelolaan biaya karyawan perlu mempertimbangkan aturan upah minimum setiap wilayah.

Dalam proses pengelolaan tenaga kerja, perusahaan juga perlu memperhatikan faktor lain seperti turnover karyawan agar strategi mempertahankan talenta tetap berjalan baik.

7. Dampak bagi Pekerja

Bagi pekerja, memahami standar UMK membantu menentukan ekspektasi gaji ketika mencari pekerjaan. Upah minimum dapat menjadi acuan agar pekerja mengetahui batas penghasilan sesuai wilayah kerja.

Namun, gaji yang diterima seseorang dapat berbeda berdasarkan pengalaman, posisi, keterampilan, dan kebijakan perusahaan. Upah minimum bukan berarti seluruh pekerja mendapatkan nominal sama.

8. Hubungan dengan Kondisi Ekonomi Daerah

Salah satu bedanya UMR dan UMK yang penting dipahami adalah keterkaitannya dengan kondisi ekonomi wilayah. UMK dibuat lebih spesifik agar dapat menyesuaikan karakteristik setiap kabupaten atau kota.

Baca Juga: Panduan Lengkap Onboarding Karyawan untuk HR yang Efektif


Kenapa UMK Tiap Daerah Bisa Berbeda?

Perbedaan nilai UMK terjadi karena setiap daerah memiliki kondisi ekonomi berbeda. Wilayah industri besar biasanya memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dibanding daerah dengan aktivitas usaha lebih terbatas.

Penelitian Dwi Nurhayati dkk. (2024) mengenai UMK di Jawa Tengah menunjukkan besaran upah minimum tidak ditentukan secara seragam. Studi tersebut menemukan faktor seperti pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, dan inflasi memiliki pengaruh terhadap penetapan UMK.

Selain itu, penelitian Husada dan Yuhan (2022) mengenai faktor penentu UMK di Jawa Barat memperlihatkan bahwa karakteristik ekonomi wilayah memiliki hubungan erat terhadap kebijakan upah minimum. 

Perbedaan tingkat pembangunan daerah menjadi salah satu alasan mengapa nominal UMK antar wilayah dapat berbeda.

Penetapan UMK mempertimbangkan faktor penting seperti:

  • Pertumbuhan ekonomi daerah.

  • Tingkat inflasi.

  • PDRB per kapita.

  • Kondisi industri lokal.

  • Tingkat kebutuhan hidup masyarakat.

Artinya, perbedaan UMK bukan hanya akibat kebijakan pemerintah, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi daerah tersebut.

UMK dan UMR Mana yang Lebih Besar?

Pertanyaan UMK dan UMR besar mana sebenarnya perlu dilihat dari konteks wilayah. UMR bukan istilah resmi yang memiliki nominal tertentu, sehingga perbandingan lebih tepat dilakukan antara UMP dan UMK.

Pada banyak kasus, UMK suatu kota atau kabupaten dapat lebih tinggi dibanding standar provinsi karena mempertimbangkan kondisi ekonomi lokal. Namun, tidak semua UMK memiliki nilai lebih tinggi karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda.

Hal penting yang perlu diperhatikan:

  • UMK tidak selalu lebih besar di semua daerah.

  • Nilai upah dipengaruhi kondisi ekonomi wilayah.

  • Perbandingan harus melihat lokasi spesifik.

Dampak Upah Minimum bagi Perusahaan dan Karyawan

Upah minimum menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan kerja. Perusahaan perlu memahami aturan pengupahan, sedangkan pekerja perlu mengetahui hak berdasarkan wilayah kerja.

Dampak Upah Minimum bagi Perusahaan

  • Membantu menyusun anggaran tenaga kerja.

  • Menjadi dasar perhitungan struktur gaji.

  • Mendorong perusahaan menyesuaikan strategi rekrutmen.

  • Membantu menjaga kepatuhan terhadap regulasi.

Perusahaan juga dapat menerapkan strategi rekrutmen efektif agar kebutuhan tenaga kerja tetap sesuai kemampuan bisnis.

Dampak Upah Minimum bagi Karyawan

  • Menjadi acuan batas minimum penghasilan.

  • Membantu memahami standar gaji wilayah.

  • Menjadi pertimbangan saat memilih pekerjaan.

  • Memberikan perlindungan terhadap pembayaran upah.

Pahami Standar Upah untuk Strategi Rekrutmen Lebih Tepat

Memahami bedanya UMR dan UMK membantu perusahaan maupun pekerja mengambil keputusan lebih tepat terkait dunia kerja. Bagi perusahaan, informasi upah minimum dapat menjadi dasar menyusun strategi tenaga kerja dan kompensasi.

Selain memahami standar pengupahan, perusahaan juga perlu menemukan kandidat sesuai kebutuhan bisnis. Platform rekrutmen AI seperti Rekom membantu tim HR mencari kandidat potensial, terutama untuk posisi Commercial, Sales, dan Tech.

Coba sekarang, kamu cukup jelaskan kebutuhan kandidat seperti sedang berdiskusi, lalu Rekom membantu menemukan profil yang paling sesuai secara lebih efisien!

FAQ

1. Apakah UMR masih berlaku secara resmi?

Tidak. UMR merupakan istilah lama, sedangkan istilah resmi saat ini adalah UMP dan UMK.

2. Apakah UMK selalu lebih tinggi dari UMP?

Tidak selalu. Besaran UMK bergantung pada kondisi ekonomi masing-masing kabupaten atau kota.

3. Apakah perusahaan boleh memberikan gaji di bawah UMK?

Tidak. Perusahaan wajib mengikuti standar minimum upah sesuai wilayah kerja yang berlaku.

Referensi

  • Direct dan Indirect Effect: Determinan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Barat [Buka]

  • Fakta Dibalik Rendahnya Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah [Buka]

Rekrut lebih cepat dengan AI

Tidak perlu kartu kredit. Setup dalam menit.

Mulai Free Trial →