Perbedaan Freelance dan Part Time: Status Kerja hingga Sistem Pembayaran
· 7 menit baca
Perbedaan freelance dan part time semakin penting dipahami saat pilihan kerja fleksibel mulai banyak diminati. Saat ini, seseorang tidak selalu harus bekerja dalam sistem kantor penuh waktu untuk mendapatkan penghasilan.
Banyak orang memilih pekerjaan freelance atau part time sesuai kebutuhan, kemampuan, hingga tujuan karier. Namun, kedua jenis pekerjaan tersebut memiliki perbedaan dari sisi status kerja, sistem pembayaran, tanggung jawab, dan hubungan profesional bersama perusahaan.
Data BPS Februari 2025 menunjukkan sekitar 59,40% pekerja Indonesia berada dalam sektor informal, termasuk pekerja dengan pola kerja fleksibel seperti pekerja lepas. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bentuk pekerjaan di luar sistem kerja konvensional.
Baca Juga: Cara Efektif Screening CV untuk HR & Peran AI dalam Seleksi
Apa Itu Freelance?
Freelance merupakan sistem kerja ketika seseorang menawarkan jasa atau keahlian tertentu kepada klien tanpa terikat sebagai karyawan tetap perusahaan. Seorang freelancer biasanya bekerja berdasarkan proyek, kontrak tertentu, atau kebutuhan pekerjaan dalam periode tertentu.
Pekerja freelance memiliki kebebasan lebih besar dalam menentukan proyek, waktu kerja, hingga jumlah klien. Namun, freelancer juga perlu mengatur sendiri pencarian proyek, komunikasi bersama klien, serta pengelolaan pendapatan.
Contohnya, content writer freelance dapat mengerjakan artikel untuk beberapa perusahaan berbeda dalam waktu bersamaan. Sistem kerja tersebut membuat freelancer lebih fleksibel, tetapi pendapatannya bisa berubah sesuai jumlah proyek yang diperoleh.
Apa Itu Part Time?
Part time merupakan pekerjaan paruh waktu yang memiliki jam kerja lebih sedikit dibandingkan pekerja penuh waktu. Pekerja part time biasanya tetap memiliki hubungan kerja bersama satu perusahaan atau organisasi.
Berbeda dari freelancer, pekerja part time umumnya mengikuti jadwal kerja tertentu sesuai kesepakatan perusahaan. Tanggung jawab pekerjaan juga biasanya sudah ditentukan berdasarkan posisi atau kebutuhan operasional.
Contohnya, mahasiswa bekerja sebagai barista selama empat jam per hari atau seseorang bekerja sebagai admin toko hanya pada hari tertentu dalam seminggu.
5 Perbedaan Freelance dan Part Time
Sumber: Magnific
Memahami perbedaan freelance dan part time dapat membantu HR mengelola kebutuhan tenaga kerja. Meskipun sama-sama menawarkan fleksibilitas, keduanya memiliki karakteristik berbeda.
1. Hubungan Kerja dengan Perusahaan
Freelancer biasanya tidak memiliki hubungan kerja seperti karyawan perusahaan. Hubungan profesional lebih sering berbentuk kerja sama proyek antara freelancer dan klien.
Sementara itu, pekerja part time tetap memiliki hubungan kerja bersama perusahaan meskipun jam kerjanya tidak penuh. Perusahaan biasanya menentukan aturan kerja, jadwal, dan tanggung jawab posisi tersebut.
Perbedaan status tersebut membuat freelancer lebih mandiri dalam mengatur pekerjaan, sedangkan pekerja part time lebih mengikuti sistem perusahaan.
2. Sistem Pembayaran
Salah satu beda freelance dan part time terlihat dari cara mendapatkan penghasilan. Freelancer biasanya menerima pembayaran berdasarkan proyek, hasil pekerjaan, atau kesepakatan bersama klien.
Pekerja part time umumnya mendapatkan pembayaran berdasarkan jam kerja, shift, atau periode tertentu sesuai kebijakan perusahaan.
Data BPS menunjukkan rata-rata pendapatan pekerja bebas pada Februari 2024 berada di angka Rp1,58 juta per bulan. Angka tersebut menunjukkan penghasilan pekerja freelance dapat berbeda-beda tergantung proyek dan pekerjaan yang diperoleh.
3. Fleksibilitas Waktu Kerja
Freelancer memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam menentukan kapan dan bagaimana pekerjaan diselesaikan. Selama target pekerjaan terpenuhi, freelancer biasanya dapat mengatur waktu kerja secara mandiri.
Sebaliknya, pekerja part time tetap memiliki jadwal kerja tertentu. Perusahaan biasanya menentukan jam masuk, lokasi kerja, atau pembagian shift.
Fleksibilitas menjadi salah satu alasan banyak orang memilih freelance, terutama bagi mereka yang ingin memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
4. Tanggung Jawab Pekerjaan
Freelancer bertanggung jawab terhadap hasil akhir proyek yang diberikan klien. Mereka juga perlu mengelola komunikasi, revisi, hingga administrasi pekerjaan secara mandiri.
Pekerja part time memiliki tanggung jawab berdasarkan posisi dalam perusahaan. Pengawasan kerja biasanya dilakukan oleh atasan atau tim terkait.
Perbedaan tersebut membuat freelancer membutuhkan kemampuan manajemen diri lebih kuat dibandingkan pekerja part time.
5. Kesempatan Mendapatkan Pengalaman
Freelance memberikan kesempatan mencoba berbagai jenis proyek dan bekerja bersama banyak klien. Kondisi tersebut membantu seseorang memperluas portofolio dan jaringan profesional.
Sementara itu, pekerja part time dapat memperoleh pengalaman dalam satu lingkungan kerja tertentu. Mereka bisa memahami budaya perusahaan dan proses operasional secara langsung.
Bagi perusahaan, memahami karakter pekerja juga penting saat melakukan proses perekrutan. Penggunaan metode seleksi karyawan yang tepat membantu perusahaan menemukan kandidat sesuai kebutuhan posisi.
Tabel perbedaan freelance dan part time
Aspek | Freelance | Part Time |
Status kerja | Bekerja sebagai pekerja lepas berdasarkan proyek atau kontrak tertentu | Bekerja sebagai pekerja paruh waktu dalam perusahaan dengan jam kerja terbatas |
Hubungan dengan perusahaan | Biasanya berbentuk kerjasama profesional antara freelancer dan klien | Memiliki hubungan kerja langsung bersama perusahaan |
Sistem pembayaran | Dibayar berdasarkan proyek, hasil pekerjaan, atau kesepakatan dengan klien | Umumnya dibayar berdasarkan jam kerja, shift, atau periode tertentu |
Waktu kerja | Lebih fleksibel dan dapat diatur sendiri selama pekerjaan selesai sesuai target | Mengikuti jadwal kerja yang sudah ditentukan perusahaan |
Jumlah pemberi kerja | Dapat bekerja untuk beberapa klien dalam waktu bersamaan | Biasanya bekerja untuk satu perusahaan dalam periode tertentu |
Tanggung jawab pekerjaan | Mengelola pekerjaan, komunikasi klien, revisi, hingga administrasi secara mandiri | Menjalankan tugas sesuai posisi dan arahan perusahaan |
Contoh pekerjaan | Content writer, desainer grafis, programmer, fotografer | Barista, kasir, admin toko, customer service paruh waktu |
Freelance dan Part Time Apakah Sama?
Pertanyaan freelance dan part time apakah sama sering muncul sebab keduanya sama-sama menawarkan waktu kerja fleksibel. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari status hubungan kerja dan sistem pekerjaan.
Freelance lebih berorientasi pada proyek atau hasil pekerjaan, sedangkan part time lebih berorientasi pada jam kerja tertentu dalam sebuah perusahaan.
Perbedaan tersebut membuat seseorang perlu mempertimbangkan tujuan sebelum memilih pekerjaan. Freelancer biasanya cocok bagi orang yang ingin memiliki kebebasan kerja lebih besar, sementara part time cocok bagi orang yang membutuhkan struktur kerja lebih jelas.
Baca Juga: Turnover Karyawan: Penyebab, Dampak, hingga Strategi Retensi
Kelebihan Freelance dan Part Time
Setiap jenis pekerjaan memiliki keuntungan masing-masing. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan kondisi seseorang.
Kelebihan Freelance:
Memiliki fleksibilitas waktu lebih tinggi.
Bisa bekerja untuk beberapa klien.
Kesempatan membangun portofolio lebih luas.
Dapat memilih proyek sesuai kemampuan.
Kelebihan Part Time:
Memiliki jadwal kerja lebih terstruktur.
Mendapat pengalaman langsung di perusahaan.
Lebih mudah dipahami bagi pemula.
Memiliki sistem kerja lebih jelas.
Bagaimana Perusahaan Melihat Pekerja Freelance dan Part Time?
Bagi perusahaan, pekerja freelance dan part time dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tertentu. Freelancer sering digunakan untuk pekerjaan berbasis keahlian, seperti desain, teknologi, pemasaran, atau penulisan.
Sementara itu, pekerja part time sering dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis, terutama pada posisi yang membutuhkan tambahan tenaga dalam periode tertentu.
Strategi perekrutan juga perlu disesuaikan berdasarkan jenis pekerjaan. Melalui strategi rekrutmen efektif, perusahaan dapat menentukan pendekatan pencarian kandidat sesuai kebutuhan bisnis.
Temukan Kandidat Tepat untuk Kebutuhan Perusahaan Bersama Rekom!
Perusahaan membutuhkan cara lebih efektif untuk menemukan talenta sesuai kebutuhan. Rekom membantu proses hiring menjadi lebih cepat dan akurat melalui teknologi AI.
Rekom dibangun khusus untuk tim yang mencari kandidat posisi Commercial & Sales serta Tech. Tulis kebutuhan kandidat kamu seperti sedang berdiskusi, lalu Rekom membantu menemukan kandidat paling sesuai.
FAQ
1. Apakah freelancer bisa bekerja di beberapa perusahaan?
Bisa. Freelancer biasanya dapat menangani beberapa klien selama mampu memenuhi kesepakatan pekerjaan.
2. Apakah pekerja part time termasuk karyawan perusahaan?
Umumnya iya. Pekerja part time memiliki hubungan kerja bersama perusahaan meskipun jam kerjanya lebih sedikit dibanding pekerja penuh waktu.
3. Apakah freelance full time?
Tidak, freelance dan full-time adalah dua sistem kerja yang berbeda. Freelance adalah kerja lepas berbasis proyek tanpa ikatan jangka panjang dengan satu perusahaan, sedangkan full-time adalah kerja penuh waktu dengan jam kerja tetap dan ikatan kontrak resmi di suatu instansi.
Referensi

Senior Content Writer at Rekom
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun mengolah berbagai insight HR menjadi konten yang informatif. Di Rekom, ia fokus menulis topik rekrutmen dan HR, mulai dari talent acquisition, screening kandidat, onboarding, hingga HR technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu praktisi HR mengikuti perkembangan industri dan mengambil keputusan pengelolaan SDM dengan lebih tepat.

HR Manager at Dibimbing
Muliany Aprilianty, S.E. adalah Human Resources Manager di dibimbing.id dengan pengalaman 5+ tahun di bidang HR. Keahliannya mencakup rekrutmen, performance management, HR strategy, talent development, serta compensation and benefits. Di Rekom, Muliany meninjau konten HR agar akurat, relevan, dan sesuai dengan praktik pengelolaan SDM di perusahaan.