Semua artikel

Komponen Upah Karyawan di Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

· 8 menit baca

Farijihan Putri
Ditulis oleh
Farijihan Putri
Muliany Aprilianty, S.E.
Direview oleh Expert reviewer
Muliany Aprilianty, S.E.
Komponen Upah Karyawan di Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Saat menyusun sistem kompensasi, kamu mungkin tidak hanya memikirkan berapa gaji yang akan diberikan kepada karyawan. Ada beberapa komponen upah lain yang perlu kamu perhatikan agar struktur penghasilan lebih jelas dan mudah dipahami.

Mulai dari upah pokok, tunjangan, fasilitas kerja, hingga pendapatan non-upah, setiap komponen memiliki fungsi masing-masing dalam membentuk total penghasilan karyawan.

Jadi, penting untuk memahami setiap komponen agar kamu bisa menyusun sistem penggajian yang lebih transparan dan sesuai kebutuhan perusahaan.

Key Takeaways

  • Komponen upah terdiri dari beberapa bagian, mulai dari upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, hingga fasilitas kerja.

  • PP Nomor 36 Tahun 2021 mengatur beberapa bentuk komponen upah yang dapat digunakan perusahaan.

  • Memahami struktur upah membantu HR menyusun kompensasi yang lebih transparan dan mudah dikomunikasikan kepada karyawan.

Apa Itu Komponen Upah?

Komponen upah adalah bagian-bagian yang membentuk keseluruhan penghasilan yang diterima karyawan dari perusahaan. Komponen ini tidak hanya berupa upah pokok, tetapi juga dapat mencakup tunjangan, fasilitas kerja, hingga pendapatan lain sesuai kebijakan perusahaan.

Di Indonesia, pengaturan mengenai komponen upah mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Regulasi tersebut menjelaskan upah dapat terdiri dari beberapa bentuk, seperti upah tanpa tunjangan, upah pokok dan tunjangan tetap, maupun kombinasi upah pokok, tunjangan tetap, serta tunjangan tidak tetap.

Secara umum, komponen upah yang perlu dipahami perusahaan meliputi upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, fasilitas kerja, dan pendapatan non upah. .

Memahami setiap komponen ini membantu kamu sebagai HR menyusun struktur kompensasi yang lebih jelas, baik untuk kebutuhan payroll maupun komunikasi benefit kepada karyawan.

Baca Juga: Manajemen Talenta: Pengertian, Komponen, dan Strateginya
Apa Saja Komponen Upah di Indonesia?

Komponen upah terdiri dari beberapa bagian yang membentuk total penghasilan karyawan. Nah, berikut penjelasannya.

1. Upah Pokok

Upah pokok menjadi bagian utama dalam struktur penghasilan karyawan yang diberikan berdasarkan pekerjaan atau jabatan yang dijalankan.

Contohnya, seorang Staff Marketing memiliki upah pokok sebesar Rp5.000.000 sebagai dasar penghasilan sebelum ditambah komponen lainnya.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan tetap merupakan tambahan penghasilan yang diberikan secara rutin kepada karyawan sesuai kebijakan perusahaan.

Contoh tunjangan tetap:

  • Tunjangan jabatan: Diberikan berdasarkan posisi atau tanggung jawab tertentu dalam perusahaan.

  • Tunjangan keluarga: Diberikan sebagai tambahan penghasilan yang berkaitan dengan kondisi keluarga karyawan.

  • Tunjangan komunikasi: Diberikan untuk mendukung kebutuhan komunikasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Tunjangan tidak tetap adalah tambahan penghasilan yang besarannya dapat berubah sesuai kondisi tertentu, seperti kehadiran atau pencapaian target.

Contohnya:

  • Uang makan berdasarkan jumlah hari kerja

  • Uang transport tertentu

  • Insentif berdasarkan performa

4. Fasilitas Kerja (Benefits in Kind)

Selain penghasilan dalam bentuk uang, perusahaan juga dapat memberikan fasilitas kerja untuk mendukung aktivitas karyawan.

Contoh fasilitas kerja non-tunai:

  • Laptop atau perangkat kerja

  • Kendaraan operasional

  • Asuransi tambahan

  • Fasilitas kesehatan

5. Pendapatan Non-Upah

Selain komponen upah, karyawan juga dapat menerima pendapatan non-upah sesuai kebijakan perusahaan.

Contohnya:

  • Tunjangan Hari Raya (THR)

  • Bonus

  • Insentif tertentu

Apa Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tunjangan Tidak Tetap?

Perbedaan utama keduanya terletak pada sifat pemberiannya.

Tunjangan tetap:

  • Diberikan secara rutin

  • Nominalnya relatif stabil

  • Tidak bergantung pada pencapaian tertentu

Contoh:

  • Tunjangan jabatan

  • Tunjangan keluarga

Tunjangan tidak tetap:

  • Besarannya dapat berubah

  • Dipengaruhi kondisi tertentu

  • Biasanya berkaitan dengan aktivitas atau performa

Contoh:

  • Insentif penjualan

  • Uang makan berdasarkan kehadiran

Memahami perbedaan ini membantu HR menyusun struktur kompensasi yang lebih mudah dijelaskan kepada karyawan.

Baca Juga: Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal: Mana yang Lebih Baik?

Mengapa HR Perusahaan Perlu Memahami Komponen Upah?

dua orang kandidat sedang meelakukan persiapan wawancara

Memahami komponen upah membantu perusahaan menyusun sistem kompensasi yang lebih jelas dan mudah dikomunikasikan kepada karyawan.

Struktur penghasilan yang transparan juga membantu kamu menghindari kesalahpahaman terkait hak dan benefit yang diterima karyawan.

Manfaat memahami komponen upah bagi perusahaan:

  • Memudahkan proses payroll agar perhitungan penghasilan lebih terstruktur.

  • Membantu menyusun offering kerja yang lebih transparan untuk kandidat.

  • Menghindari kesalahan administrasi terkait pembayaran karyawan.

  • Meningkatkan kepercayaan karyawan melalui sistem kompensasi yang jelas.

  • Membantu perusahaan membuat strategi kompensasi sesuai kebutuhan bisnis.

Bagaimana Menyusun Penawaran Kerja yang Menarik untuk Kandidat?

Penawaran kerja yang menarik bergantung pada bagaimana perusahaan menyampaikan keseluruhan kompensasi dan benefit kepada kandidat.

1. Pahami Kebutuhan Posisi

Pastikan perusahaan sudah mengetahui tanggung jawab pekerjaan, level jabatan, dan kompetensi yang dibutuhkan.

Hal ini membantu HR menentukan paket kompensasi yang sesuai dengan nilai posisi tersebut.

2. Tentukan Struktur Kompensasi

Susun komponen yang akan diberikan kepada kandidat, seperti:

  • Upah pokok.

  • Tunjangan tetap.

  • Tunjangan tidak tetap.

  • Fasilitas kerja.

  • Benefit tambahan.

3. Jelaskan Benefit Secara Transparan

Saat memberikan offering, kandidat perlu memahami bukan hanya nominal gaji, tetapi juga fasilitas dan keuntungan lain yang akan diterima.

Informasi yang jelas dapat membantu kandidat membuat keputusan dengan lebih yakin.

4. Sesuaikan dengan Kandidat yang Dicari

Setiap kandidat memiliki pertimbangan berbeda ketika menerima tawaran kerja.

Misalnya, perusahaan sedang mencari Data Engineer di Jakarta dengan pengalaman minimal 3 tahun di industri e-commerce dan pendidikan minimal diploma.

Untuk posisi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan komponen upah seperti gaji pokok yang sesuai dengan level pengalaman, tunjangan tetap, hingga fasilitas kerja yang mendukung kebutuhan pekerjaan.

Setelah menentukan kebutuhan posisi dan gambaran kompensasi yang ditawarkan, tahap berikutnya adalah mencari kandidat yang sesuai.

Nggak heran, banyak HR menggunakan platform rekrutmen untuk membantu menemukan talent dengan kriteria yang lebih spesifik.

Rekom adalah platform rekrutmen membantu perusahaan mencari kandidat dengan lebih praktis melalui platform recruitment berbasis AI.

Melalui fitur Rekom seperti:

  • Natural Language Search: Mencari kandidat cukup dengan menjelaskan kebutuhan posisi menggunakan bahasa sehari-hari.

  • AI Match Scoring: Membantu melihat tingkat kecocokan kandidat berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.

  • Ask AI About Talent: Membantu menggali informasi kandidat seperti pengalaman, skill, dan pencapaian kerja.

Misalnya, kamu bisa memasukkan kebutuhan kandidat seperti:

Data Engineer in Jakarta, at least 3 years of experience, in the e-commerce industry, diploma degree or above

Dalam hitungan menit, Rekom akan membantu menampilkan kandidat yang sesuai dengan kriteria tersebut.

dashboard recruitment di Rekom


Kamu juga dapat bertanya lebih lanjut melalui fitur Ask AI About Talent untuk mengetahui detail pengalaman kandidat tertentu.

contoh profil kandidat data engineer


Baca Juga: ATS vs AI Recruitment: Apa Bedanya dan Mana yang Tepat untuk Tim HR?

Bagaimana Contoh Perhitungan Komponen Upah Karyawan?

Setelah memahami jenisnya, kamu bisa melihat gambaran sederhana bagaimana komponen upah disusun.

Misalnya seorang karyawan memiliki struktur penghasilan:

Staff Marketing

  • Upah pokok: Rp5.000.000

  • Tunjangan tetap: Rp1.000.000

  • Insentif: Rp500.000

Maka total penghasilan bruto:

Rp5.000.000 + Rp1.000.000 + Rp500.000 = Rp6.500.000

Dari jumlah tersebut, perusahaan dapat melakukan perhitungan potongan sesuai ketentuan yang berlaku seperti pajak atau iuran tertentu untuk mendapatkan penghasilan bersih (take home pay).

Bagaimana Peraturan Upah di Indonesia Mengatur Komponen Penghasilan?

Di Indonesia, pengaturan mengenai komponen penghasilan karyawan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Aturan ini menjadi salah satu acuan perusahaan dalam menyusun sistem pengupahan, mulai dari komponen upah, struktur dan skala upah, hingga ketentuan upah minimum.

Dalam aturan tersebut, penghasilan pekerja dibagi menjadi upah dan pendapatan non-upah. Komponen upah sendiri dapat terdiri dari beberapa bentuk, yaitu:

  • Upah tanpa tunjangan

  • Upah pokok dan tunjangan tetap

  • Upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap

  • Upah pokok dan tunjangan tidak tetap

Perusahaan dapat menentukan komponen upah yang digunakan melalui perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Artinya, setiap perusahaan dapat memiliki struktur kompensasi yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis, selama tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Selain mengatur komponen upah, PP Nomor 36 Tahun 2021 juga mengatur mengenai proporsi upah pokok. Jika perusahaan menggunakan komponen upah pokok dan tunjangan tetap, besaran upah pokok paling sedikit sebesar 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. 

Ketentuan serupa juga berlaku untuk komponen yang terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap.

Baca Juga: Manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan dan Perusahaan

Dapatkan Tim yang Tepat dengan Proses Hiring yang Lebih Praktis!

Struktur kompensasi yang jelas menjadi salah satu hal yang membantu perusahaan memberikan pengalaman kerja yang lebih baik bagi karyawan.

Setelah memahami kebutuhan posisi dan benefit yang ingin ditawarkan, langkah berikutnya adalah menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Melalui Rekom, perusahaan dapat menyederhanakan proses pencarian kandidat menggunakan teknologi AI.

Dengan fitur:

  • Natural Language Search untuk mencari kandidat cukup dengan menjelaskan kebutuhan posisi secara natural.

  • AI Match Scoring untuk membantu membandingkan kandidat berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan.

  • Ask AI About Talent untuk mendapatkan insight lebih detail mengenai pengalaman dan profil kandidat.

Mulai proses hiring dengan lebih mudah dan temukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan bersama Rekom. Coba gratis Rekom sekarang!

FAQ

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi besaran komponen upah?

Besaran komponen upah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tanggung jawab pekerjaan, pengalaman karyawan, tingkat keahlian, kondisi industri, serta kebijakan perusahaan.

2. Apakah setiap perusahaan harus memiliki komponen upah yang sama?

Tidak. Setiap perusahaan dapat memiliki struktur komponen upah yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis, jenis pekerjaan, dan kebijakan kompensasi yang diterapkan selama tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

3. Apa hubungan komponen upah dengan struktur dan skala upah?

Komponen upah menjadi salah satu bagian yang perlu dipertimbangkan perusahaan saat menyusun struktur dan skala upah. Hal ini membantu perusahaan menentukan rentang penghasilan berdasarkan jabatan, kompetensi, dan tanggung jawab pekerjaan.

Referensi

  • Peraturan Pemerintah Nomor: 36 Tahun 2021 [Buka]

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Pengupahan [Buka]

Farijihan Putri

Senior Content Writer at Rekom

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun mengolah berbagai insight HR menjadi konten yang informatif. Di Rekom, ia fokus menulis topik rekrutmen dan HR, mulai dari talent acquisition, screening kandidat, onboarding, hingga HR technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu praktisi HR mengikuti perkembangan industri dan mengambil keputusan pengelolaan SDM dengan lebih tepat.

Muliany Aprilianty, S.E.
Muliany Aprilianty, S.E. Expert reviewer

HR Manager at Dibimbing

Muliany Aprilianty, S.E. adalah Human Resources Manager di dibimbing.id dengan pengalaman 5+ tahun di bidang HR. Keahliannya mencakup rekrutmen, performance management, HR strategy, talent development, serta compensation and benefits. Di Rekom, Muliany meninjau konten HR agar akurat, relevan, dan sesuai dengan praktik pengelolaan SDM di perusahaan.

Coba cari kandidat dengan Rekom.

Tulis kebutuhan posisi seperti biasa, lalu lihat kandidat yang cocok beserta alasannya.