Semua artikel

Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal: Mana yang Lebih Baik?

· 7 menit baca

Farijihan Putri
Ditulis oleh
Farijihan Putri
Muliany Aprilianty, S.E.
Direview oleh Expert reviewer
Muliany Aprilianty, S.E.
Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal: Mana yang Lebih Baik?

Memilih kandidat yang tepat sering menjadi tantangan bagi HR. Fakta di lapangan nih, kamu bisa saja memiliki banyak pelamar, tetapi belum tentu menemukan kandidat yang benar-benar sesuai kebutuhan posisi.

Makanya, para HR perlu memahami perbedaan rekrutmen internal dan eksternal agar dapat menentukan strategi hiring yang paling efektif berdasarkan kondisi perusahaan. Yuk, baca sampai selesai untuk metode hiring yang paling baik untuk perusahaan!

Key Takeaways

  • Rekrutmen internal mencari kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan sedangkan rekrutmen eksternal mencari kandidat dari luar organisasi melalui berbagai channel recruitment.

  • Rekrutmen internal unggul dalam kecepatan adaptasi, sedangkan eksternal memberikan peluang mendapatkan perspektif baru.

  • Pemilihan metode hiring perlu disesuaikan dengan kebutuhan posisi, skill gap, dan tujuan bisnis perusahaan kamu.

Apa Itu Rekrutmen Internal?

Rekrutmen internal adalah proses mencari kandidat untuk mengisi posisi kosong dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan.

Kalau kamu sebagai HR menerapkan metode ini, perusahaan dapat memanfaatkan talent pool internal yang sudah memahami budaya kerja, sistem, dan proses bisnis.

Rekrutmen internal biasanya dilakukan melalui:

  • Promosi Jabatan: Menaikkan karyawan ke posisi lebih tinggi.

  • Mutasi antar Divisi: Memindahkan karyawan ke peran berbeda sesuai kebutuhan.

  • Rotasi Kerja: Memberikan pengalaman di posisi atau tim lain.

  • Program Pengembangan Karier: Menyiapkan karyawan untuk peran tertentu di masa depan.

Contohnya, perusahaan membuka posisi Marketing Manager. Sebelum mencari kandidat dari luar, HR dapat melihat apakah ada Marketing Specialist internal yang memiliki performa, skill, dan potensi untuk naik ke posisi tersebut.

Berdasarkan penelitian Mumba & Qutieshat (2023), internal hiring melibatkan proses promosi atau perpindahan karyawan yang sudah ada untuk mengisi posisi kosong. 

Studi tersebut juga menjelaskan rekrutmen internal dapat membantu perusahaan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan karyawan yang sudah memahami organisasi.

Apa Itu Rekrutmen Eksternal?

Rekrutmen eksternal adalah proses mencari kandidat dari luar perusahaan untuk mengisi posisi yang tersedia.

Metode ini biasanya digunakan ketika perusahaan membutuhkan skill baru, pengalaman industri tertentu, atau ingin mendapatkan perspektif berbeda dari kandidat luar.

Contoh sumber rekrutmen eksternal:

  • Job Portal: Memasang lowongan di platform pencarian kerja.

  • Career Page Perusahaan: Menarik kandidat melalui website resmi.

  • Referral Eksternal: Mendapatkan kandidat melalui rekomendasi pihak luar.

  • Recruitment Agency: Menggunakan jasa pihak ketiga untuk mencari kandidat.

  • Talent Marketplace: Mencari kandidat melalui platform penyedia talenta.

Misalnya, perusahaan ingin membuka posisi Data Engineer, tetapi belum memiliki kandidat internal dengan kemampuan teknis tersebut. HR dapat melakukan sourcing kandidat dari luar perusahaan melalui berbagai channel recruitment.

Rekrutmen eksternal memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menemukan kandidat dengan pengalaman, wawasan, dan kompetensi baru.

Baca Juga: Turnover Karyawan: Penyebab, Dampak, hingga Strategi Retensi

Apa Saja Perbedaan Rekrutmen Internal dan Eksternal?

Sumber: Magnific

Memahami perbedaan rekrutmen internal dan eksternal membantu kamu menentukan metode hiring berdasarkan kebutuhan posisi. Berikut perbedaannya: 

1. Sumber Kandidat

Sumber kandidat menjadi perbedaan yang paling mencolok. Rekrutmen internal menggunakan kandidat yang sudah menjadi bagian dari perusahaan.

Kamu bisa mencari kandidat melalui data karyawan, performance review, atau talent pool internal. Cara ini membantu perusahaan melihat potensi karyawan sebelum membuka lowongan ke pasar kerja.

Sementara itu, rekrutmen eksternal mencari kandidat dari luar organisasi. HR perlu melakukan sourcing kandidat melalui job portal, LinkedIn, komunitas profesional, atau platform recruitment untuk menemukan talenta baru.

2. Kecepatan Proses Hiring

Rekrutmen internal biasanya memiliki proses adaptasi lebih cepat karena kandidat sudah memahami budaya dan sistem kerja perusahaan. Karyawan yang berpindah posisi tidak perlu memulai dari nol dalam memahami nilai perusahaan, workflow, maupun cara kerja tim.

Sebaliknya, rekrutmen eksternal membutuhkan waktu lebih panjang karena kandidat perlu melalui proses sourcing, screening CV, interview, hingga onboarding.

Penelitian Mumba & Qutieshat (2023) juga menemukan, kandidat internal cenderung mengalami transisi yang lebih mudah ke posisi baru karena sudah familiar dengan budaya dan proses perusahaan.

3. Kelebihan

Kelebihan rekrutmen internal memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan:

  • Menghemat waktu sourcing kandidat.

  • Membantu meningkatkan employee engagement.

  • Memberikan peluang career development bagi karyawan.

  • Mengurangi waktu onboarding.

Karyawan yang mendapatkan kesempatan berkembang biasanya merasa lebih dihargai oleh perusahaan.

Di sisi lain, kelebihan rekrutmen eksternal membantu perusahaan mendapatkan:

  • Perspektif baru.

  • Skill yang belum tersedia di internal.

  • Pengalaman dari industri berbeda.

  • Ide baru untuk perkembangan bisnis.

Metode tersebut cocok ketika perusahaan sedang berkembang atau membutuhkan kompetensi baru.

4. Kekurangan

Walaupun praktis, rekrutmen internal memiliki tantangan tersendiri. Nah, berikut kekurangan rekrutmen internal: 

  • Pilihan kandidat lebih terbatas.

  • Risiko kurangnya perspektif baru.

  • Bisa menimbulkan persaingan antar karyawan.

Jika perusahaan hanya mengandalkan kandidat internal, peluang mendapatkan inovasi dari luar bisa menjadi lebih kecil.

Rekrutmen eksternal juga memiliki tantangan yang perlu kamu waspadai. Inilah kekurangan rekrutmen eksternal seperti:

  • Membutuhkan waktu pencarian lebih lama.

  • Biaya recruitment dapat lebih besar.

  • Kandidat membutuhkan waktu adaptasi lebih panjang.

Kamu juga perlu mempertimbangkan candidate experience agar kandidat baru dapat memahami budaya perusahaan dengan baik.

5. Biaya Rekrutmen

Perbedaan rekrutmen internal dan eksternal juga dapat kamu lihat dari biaya yang perlu dikeluarkan perusahaan. Faktor ini penting dipertimbangkan HR, terutama ketika perusahaan sedang mengatur budget hiring.

Rekrutmen internal biasanya membutuhkan biaya lebih rendah karena perusahaan tidak perlu melakukan pencarian kandidat secara luas. HR dapat memanfaatkan database karyawan, talent pool internal, atau program career development yang sudah tersedia.

Selain itu, biaya onboarding juga cenderung lebih kecil karena karyawan sudah memahami budaya kerja, sistem perusahaan, dan proses operasional.

Sementara itu, rekrutmen eksternal biasanya membutuhkan investasi lebih besar. HR perlu mengalokasikan biaya untuk job posting, employer branding, recruitment platform, assessment, hingga proses onboarding kandidat baru.

Namun, biaya tersebut dapat memberikan nilai tambah ketika perusahaan membutuhkan skill baru atau ingin mendapatkan perspektif berbeda dari luar organisasi

6. Masa Adaptasi Kandidat

Kandidat internal biasanya membutuhkan waktu adaptasi lebih singkat karena sudah mengenal budaya, sistem, dan rekan kerja.

Sementara itu, kandidat eksternal membutuhkan proses onboarding untuk memahami cara kerja perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki onboarding process yang baik agar kandidat baru dapat lebih cepat berkontribusi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Onboarding Karyawan untuk HR yang Efektif

Kapan Sebaiknya HR Memilih Rekrutmen Internal atau Eksternal?

Faktor pemilihan rekrutmen internal atau eksternal menjadi penting lho buat kamu pertimbangkan. Tidak ada waktu dan metode yang selalu paling tepat untuk semua kondisi.

Kamu sebagai HR perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum menentukan strategi hiring. Lima hal yang dapat menjadi pertimbangan utama:

  • Ketersediaan skill di dalam perusahaan.

  • Urgensi posisi yang perlu diisi.

  • Tingkat pengalaman yang dibutuhkan.

  • Kebutuhan inovasi baru.

  • Budget recruitment.

Misalnya, posisi leadership tertentu bisa dipertimbangkan melalui internal mobility karena perusahaan sudah memahami performa kandidat. Namun, posisi dengan kebutuhan skill baru mungkin lebih tepat dicari melalui rekrutmen eksternal.

Baca Juga: Contoh Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan

Bagaimana Strategi HR Menemukan Kandidat Eksternal yang Sesuai Kebutuhan Perusahaan?

Ketika kebutuhan posisi tidak dapat dipenuhi dari internal perusahaan, kamu perlu mencari kandidat eksternal secara lebih efektif. Tantangannya, proses screening manual sering membuat recruiter membutuhkan waktu lama untuk memahami setiap profil kandidat.

Rekom membantu kamu mempercepat proses pencarian kandidat melalui teknologi AI. Salah satu fitur yang dapat membantumu adalah Rekom Agent.

Melalui fitur tersebut, kamu dapat bertanya langsung dan berdiskusi mengenai kandidat. AI akan membantu memberikan insight dari profil kandidat, sehingga kamu dapat melakukan evaluasi awal secara lebih praktis.

Rekomendasi Platform Rekrutmen AI Terbaik untuk Mempercepat Hiring

Selain menentukan strategi recruitment yang tepat, HR juga membutuhkan tools yang membantu proses sourcing dan screening kandidat berjalan lebih efisien.

Rekom hadir sebagai platform rekrutmen AI yang membantu kamu menemukan kandidat sesuai kebutuhan perusahaan.

Dengan Rekom, kamu dapat:

  • Mencari kandidat menggunakan bahasa sehari-hari melalui AI.

  • Mendapatkan insight kandidat lebih cepat.

  • Mengelola proses hiring dalam satu workflow.

Coba Rekom gratis sekarang dan temukan kandidat terbaik untuk kebutuhan hiring perusahaan.

FAQ

1. Apa perbedaan utama rekrutmen internal dan eksternal?

Rekrutmen internal mencari kandidat dari karyawan perusahaan, sedangkan rekrutmen eksternal mencari kandidat dari luar organisasi.

2. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan rekrutmen internal?

Rekrutmen internal cocok digunakan ketika perusahaan memiliki karyawan dengan skill dan potensi yang sesuai untuk mengisi posisi tertentu.

3. Apakah rekrutmen eksternal selalu lebih baik dibanding internal?

Tidak. Pemilihan metode recruitment perlu disesuaikan dengan kebutuhan posisi, kondisi perusahaan, dan kompetensi kandidat yang tersedia.

Referensi

  • Dilema Strategis Rekrutmen Internal dan Eksternal: Tinjauan Literatur Sistematis [Buka]

Farijihan Putri

Senior Content Writer at Rekom

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun mengolah berbagai insight HR menjadi konten yang informatif. Di Rekom, ia fokus menulis topik rekrutmen dan HR, mulai dari talent acquisition, screening kandidat, onboarding, hingga HR technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu praktisi HR mengikuti perkembangan industri dan mengambil keputusan pengelolaan SDM dengan lebih tepat.

Muliany Aprilianty, S.E.
Muliany Aprilianty, S.E. Expert reviewer

HR Manager at Dibimbing

Muliany Aprilianty, S.E. adalah Human Resources Manager di dibimbing.id dengan pengalaman 5+ tahun di bidang HR. Keahliannya mencakup rekrutmen, performance management, HR strategy, talent development, serta compensation and benefits. Di Rekom, Muliany meninjau konten HR agar akurat, relevan, dan sesuai dengan praktik pengelolaan SDM di perusahaan.

Coba cari kandidat dengan Rekom.

Tulis kebutuhan posisi seperti biasa, lalu lihat kandidat yang cocok beserta alasannya.