7 Perbedaan Interview HRD dan User dalam Proses Rekrutmen
· 6 menit baca
Perbedaan interview HRD dan user perlu dipahami HR agar proses seleksi kandidat berjalan lebih efektif. Kedua tahap wawancara tersebut memiliki fokus berbeda, mulai dari menilai kecocokan kandidat terhadap budaya perusahaan hingga memastikan kemampuan sesuai kebutuhan posisi.
Tantangan menemukan kandidat tepat masih menjadi perhatian perusahaan. Berdasarkan laporan Good Stats, 46% perusahaan di Indonesia mengalami kesulitan menemukan kandidat yang sesuai untuk posisi tertentu.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya proses interview bertahap agar HR dan user dapat menilai kandidat dari sudut pandang berbeda sebelum mengambil keputusan rekrutmen
Baca Juga: Cara Efektif Screening CV untuk HR & Peran AI dalam Seleksi
Apa Itu Interview HRD?
Interview HRD merupakan tahap wawancara yang dilakukan oleh tim Human Resources untuk mengenal kandidat dari sisi umum. Fokus utama HRD adalah melihat kecocokan kandidat terhadap perusahaan, mulai dari karakter, motivasi, pengalaman, hingga ekspektasi kerja.
Pada tahap ini, HR biasanya menggali informasi mengenai latar belakang kandidat, alasan melamar pekerjaan, kesiapan bekerja, serta kemampuan komunikasi.
Selain menilai kandidat, interview HRD juga menjadi kesempatan perusahaan memperkenalkan budaya kerja, sistem kerja, dan nilai organisasi kepada calon karyawan.
Bagi HR, tahap tersebut penting untuk memastikan kandidat memiliki kesesuaian dasar sebelum masuk ke proses seleksi berikutnya.
Apa Itu Interview User?
Interview user merupakan tahap wawancara bersama calon atasan langsung atau tim dari departemen terkait. Berbeda dari HRD, user lebih fokus menilai kemampuan kandidat dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
User biasanya memahami kebutuhan posisi secara lebih mendalam. Oleh sebab itu, pertanyaan yang diberikan cenderung berkaitan dengan pengalaman teknis, cara menyelesaikan masalah, hingga pemahaman kandidat terhadap bidang pekerjaan.
Sebagai contoh, kandidat posisi marketing dapat menerima pertanyaan mengenai strategi kampanye atau analisis pasar. Sementara kandidat posisi developer dapat diuji melalui pemahaman teknologi maupun pengalaman mengerjakan proyek.
Tahap interview user membantu perusahaan memastikan kandidat mampu memberikan kontribusi sesuai kebutuhan tim.
7 Perbedaan Interview HRD dan User yang Perlu Dipahami HR
Sumber: Magnific
Memahami perbedaan interview HRD dan user membantu HR membagi peran setiap tahap wawancara secara lebih jelas. Berikut 7 perbedaan utamanya, yuk simak!
1. Pihak yang Melakukan Interview
Interview HRD dilakukan oleh tim Human Resources atau recruiter yang bertanggung jawab dalam proses awal seleksi kandidat.
Sementara itu, interview user dilakukan oleh calon atasan langsung atau perwakilan dari departemen yang membutuhkan kandidat. User biasanya memiliki pemahaman lebih detail mengenai pekerjaan dan kebutuhan posisi.
2. Fokus Penilaian Kandidat
HRD lebih fokus menilai kecocokan kandidat secara umum, seperti motivasi kerja, komunikasi, karakter, serta kesesuaian dengan budaya perusahaan.
Berbeda dari itu, user lebih menilai kemampuan kandidat dalam menjalankan pekerjaan. Aspek seperti pengalaman teknis, cara berpikir, dan kemampuan menyelesaikan masalah menjadi perhatian utama.
3. Jenis Pertanyaan yang Diberikan
Pertanyaan HRD biasanya berkaitan dengan profil kandidat, pengalaman kerja, alasan melamar, ekspektasi karier, hingga kesiapan bergabung.
Sementara user cenderung memberikan pertanyaan yang lebih spesifik berdasarkan posisi. Kandidat dapat diminta menjelaskan pengalaman proyek, metode kerja, atau solusi terhadap kasus tertentu.
4. Kompetensi yang Dinilai
Dalam interview HRD, kompetensi yang banyak diperhatikan adalah soft skill seperti komunikasi, kemampuan beradaptasi, kerja sama, dan motivasi.
Pada interview user, penilaian lebih mengarah pada hard skill dan kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan.
Pembagian tersebut membantu perusahaan mendapatkan gambaran kandidat secara lebih menyeluruh.
5. Tujuan dalam Proses Rekrutmen
Interview HRD bertujuan memastikan kandidat memenuhi kriteria dasar perusahaan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Sementara itu, interview user bertujuan memastikan kandidat mampu menjalankan tanggung jawab posisi serta memberikan kontribusi bagi tim.
Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama menentukan keputusan akhir perekrutan.
6. Sudut Pandang dalam Menilai Kandidat
HRD melihat kandidat dari perspektif organisasi secara keseluruhan. Penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan kerja, tetapi juga bagaimana kandidat dapat berkembang dalam lingkungan perusahaan.
User melihat kandidat dari kebutuhan tim secara langsung. Fokusnya adalah apakah kandidat mampu menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tantangan posisi tersebut.
7. Hasil Evaluasi yang Diberikan
Hasil interview HRD biasanya menjadi dasar untuk menentukan apakah kandidat layak melanjutkan proses seleksi.
Sementara hasil interview user membantu perusahaan menentukan kecocokan kandidat terhadap kebutuhan teknis dan operasional tim.
Gabungan evaluasi HRD dan user membantu perusahaan mengambil keputusan rekrutmen secara lebih objektif.
Tabel Ringkasan Perbedaan Interview HRD dan User
Aspek | Interview HRD | Interview User |
Pewawancara | HR atau recruiter | Calon atasan atau tim terkait |
Fokus utama | Budaya perusahaan dan karakter kandidat | Kemampuan teknis dan kebutuhan posisi |
Pertanyaan | Pengalaman, motivasi, komunikasi | Skill, pengalaman kerja, studi kasus |
Kompetensi | Soft skill dan kecocokan organisasi | Hard skill dan kemampuan pekerjaan |
Tujuan | Menilai kelayakan kandidat secara umum | Menilai kesiapan menjalankan posisi |
Sudut pandang | Kebutuhan perusahaan | Kebutuhan tim |
Hasil evaluasi | Rekomendasi lanjut atau tidak | Penilaian kecocokan terhadap posisi |
Baca Juga: ATS vs AI Recruitment: Apa Bedanya dan Mana yang Tepat untuk Tim HR?
Bagaimana HR Menyusun Proses Interview yang Efektif?
Proses interview perlu dirancang agar setiap tahap memiliki tujuan jelas. HR tidak perlu mengulang pertanyaan sama pada interview HRD dan user, tetapi memastikan kedua pihak mendapatkan informasi berbeda mengenai kandidat.
Penerapan alur seleksi yang baik membantu perusahaan menghindari keputusan rekrutmen berdasarkan satu sudut pandang saja.
Berikut langkah yang dapat diterapkan HR:
Menentukan kompetensi utama sebelum membuka lowongan.
Membuat indikator penilaian berbeda untuk HRD dan user.
Memberikan briefing kepada user mengenai kebutuhan posisi.
Melakukan evaluasi kandidat berdasarkan hasil seluruh tahap interview.
Pengelolaan proses tersebut dapat menjadi bagian dari cara merekrut karyawan agar perusahaan mendapatkan kandidat sesuai kebutuhan.
Kesalahan HR Saat Melakukan Interview Kandidat
Masih terdapat kesalahan dalam proses wawancara yang dapat membuat perusahaan kehilangan kandidat potensial.
Kesalahan | Dampak |
Tidak memiliki standar penilaian | Kandidat sulit dibandingkan secara objektif |
HRD dan user memberikan pertanyaan sama | Informasi kandidat tidak tergali maksimal |
User tidak memahami kebutuhan posisi | Penilaian kandidat menjadi kurang relevan |
Tidak memberikan pengalaman interview positif | Kandidat memiliki persepsi kurang baik terhadap perusahaan |
Peran Interview dalam Membangun Pengalaman Kandidat
Proses interview menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kandidat mengenal perusahaan. Komunikasi yang jelas dan proses seleksi terstruktur dapat memberikan pengalaman positif bagi calon karyawan.
Hal tersebut juga berkaitan dengan strategi perusahaan dalam membangun citra sebagai tempat kerja menarik. HR dapat menghubungkan proses rekrutmen melalui tahapan proses rekrutmen yang tepat agar kandidat mendapatkan pengalaman yang lebih baik sejak awal.
Ketika perusahaan mampu memberikan proses seleksi profesional, peluang mendapatkan kandidat berkualitas juga semakin besar.
Rekom: Platform Recruitment AI untuk Menemukan Talenta Terbaik!
Memahami perbedaan interview HRD dan user membantu HR menyusun proses seleksi lebih efektif. Namun, proses interview yang tepat tetap membutuhkan kandidat yang sesuai sejak tahap awal rekrutmen.
Rekom membantu tim HR menemukan kandidat potensial lebih cepat melalui teknologi AI. Cukup jelaskan kebutuhan posisi seperti sedang berdiskusi, lalu Rekom membantu mencari profil kandidat yang relevan.
Dibuat khusus untuk kebutuhan hiring Commercial & Sales serta Tech, Rekom membantu perusahaan menemukan talenta terbaik secara lebih praktis dan akurat. Coba Rekom sekarang gratis!
FAQ
1. Apakah interview HRD dan user dilakukan pada tahap berbeda?
Umumnya iya. Interview HRD biasanya dilakukan lebih awal, kemudian dilanjutkan interview user untuk menilai kemampuan teknis kandidat.
2. Apakah interview user lebih penting dibanding HRD?
Tidak. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan saling melengkapi dalam proses seleksi.
3. Apa yang dinilai HRD saat interview?
HRD biasanya menilai motivasi, komunikasi, karakter, pengalaman, serta kecocokan kandidat terhadap budaya perusahaan.
Referensi
Bukan Hanya Kandidat, Perusahaan Juga Berjuang Menemukan Talenta Tepat [Buka]

Senior Content Writer at Rekom
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun mengolah berbagai insight HR menjadi konten yang informatif. Di Rekom, ia fokus menulis topik rekrutmen dan HR, mulai dari talent acquisition, screening kandidat, onboarding, hingga HR technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu praktisi HR mengikuti perkembangan industri dan mengambil keputusan pengelolaan SDM dengan lebih tepat.

HR Manager at Dibimbing
Muliany Aprilianty, S.E. adalah Human Resources Manager di dibimbing.id dengan pengalaman 5+ tahun di bidang HR. Keahliannya mencakup rekrutmen, performance management, HR strategy, talent development, serta compensation and benefits. Di Rekom, Muliany meninjau konten HR agar akurat, relevan, dan sesuai dengan praktik pengelolaan SDM di perusahaan.